Peran Pendidikan
Menerapkan peraturan ketrampilan guru guru dan kompetensi siswa dalam aturan kurikulum merdek, perlu perhatian peran penting pemerintah,” seperti kesejahteraan guruh terlebih dahulu dan kesehatan siswa berupa gizi.
Pekanbaru, Muaramars.com — Berbicara mengenai dunia pendidikan, Sekolah adalah salah satu fasilitas dan sarana penunjang Pendidikan bagi setiap masyarakat di negeri pertiwi, Khususnya sekolah berlandaskan Negeri. Dalam penggunaan nya sekolah Negeri diperuntukkan bagi seluruh masyarakat untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan bermutu bagi generasi bangsa. untuk mencapai tujuan tersebut, idealnya sekolah Negeri mamenjadi sarana yang efektif di dunia Pendidikan Di seluruh penjuru nusantara.
foto Ilustrasi guru dan siswa saat belajar mengajar ( Muaramars.com )
Begitu juga pada guru guru tenaga pendidik atau disebut tenaga pengajar siswa/i di seluruh penjuru nusantara, senin 0403/2024.
Pemerintah membuat program kurikulum merdeka itu tidak ada salahnya, namun pemerintah pusat terlebih dahulu harus memperhatikan kesejahteraan guru guru
Berdasarkan pantauan redaksi Muaramars.com senin 04 maret 2024 pagi di beberapa penjuru sekolah di riau hingga pada anak didik berbagai ragam keluhan yang harus jadi perhatian bagi pemerintah, seperti keterampilan guru dan kopetensi siswa/i
Pertanyaannya Apakah Guru Guru kita sudah Sejahterah,??
Kemudian bagaimana kondisi kesehatan bagi siswa/i disekolah deperti gizi anak,,??
Dan sudahkah pemerintah pusat kepikir bahwa dengan penukaran kurikulum atau prodak ( penerbit ) buku didik yang di gunakan dari tahun ketahun di sekolah sekolah jadi beban bagi tenaga pengajar ataupun guru guru di sekolah,,?
Catatan penting,” Keterampilan guru dan kompetensi siswa itu perlu di perhatikan dan disejahterahkan oleh pemerintah pusat terlebih dahulu”. Namun kesejahteraan aapakah sudah terjawab,,,? Di sisi lain guru berkopentesi itu sangatlah bagus namun banyak guru kita yang masih kurang mampu dalam menjalankan hal sedemikian rupa, begitu juga disisi penetapan kurikulum merdeka, sistem pendidik menerapkan kepada siswa itu sebenarnya bagus akan tetapi siswa/i yang belajar akan banyak terbiasa dengan kebiasaannya,
Menurut salahsatu guru sekolah di Provinsi Riau bilang saja sekola X angkat bicara, ” toh “. Pasilitas Kurikulum polemik kepikiran berat buat guru saat pergantian kurikulum.Guru guru merasa terbebankan akibat konteks kolustural dengan kurikulum
Harapan guru guru kepada pemerintah agar Optimisme pada pendidikan semoga menjadi produktip kemajuan kedepan,
Guru harus berkualitas, harus memadai dengan kesejahteraan guru itusendiri subtensinya yang harus di pikirkan oleh pemerintah di Kementrian kependidikan dan riset hingga ke jenjang terbawah yakni dinas pendidikan dan olahraga masing masing daerah kabupaten kota di masing masing provinsi yang ada di indonesia.
Disis lain pihak kepalah sekolah yang tidak mau di kutip namanya dan sekolahnya di salahsatu Kabupaten di Provinsi Riau, khusus di Kota Pekanbaru, ia katakan terkait dalam menghadapi penerimaan peserta didik baru (PPDB) juga di pertimbangkan dan di perhatikan juga dalam penerapan basis aturan zonasi yang ada,
Terlebih dahulu jumblah siswa yang tamat di setiap tahun khusus buat SMA dan SMK Negri dan swasta yang ada di penjuru nusantara khusus di Pekanbaru Provinsi Riau. Dimana siswa yang tamat mencapai 8000 siswa di tahun 2023 silam, sedangkan siswa yang mendaftar 20.000 ribu siswa, sehingga 12 ribu siswa harus di kemanakan karena yang diterima hanya berdasarkan siswa yang tamat sesuai rambel masing .asing sekolah sebanyak 80.000 siswa/i. Sementara masing masing zonasi sekolah terhalang oleh aturan penerapan zonasi yang ada,
Dari penomena itu pihak pemerintah juga harus atisipasi dan mampu membangun sekolah baru untuk persiapan penerimaan PPDB di tahun yang akan datang, agar anak bangsa indonesia tidak terhenti sebagian anak didik di jenjang sekolah menenga atas setara sekolah menengah kejuruan akibat penerapan PPDB sistem zonasi dan jumblah rambel yang sangat sangat dibatasi, sehingga polemik tersebut mampu teratasi oleh pihak pemerintah pusat,_red)”. (Muaramar)**
Penulis : Saidina Umar, C SH
Editor : MM
Katagori : Pendidikan, dan Kurikulum

















