Seharusnya pejabat publik khusus dinas perikanan bidang budidaya perikanan riau berani jumpai wartawan, bila terkait kinerjanya di sorot dan di pertanyakan, bukan harus beralasan modus kerja Dinas Luar, karwna makna dari dinas luar itu banyak, jika mwmang transfaran tolong di perlihatkan SOP DL itu di segi apa
Pekanbaru, Muaramars.com — Pengadaan Keramba Jaring Apung Rp 1,9 Miliar Dinas Perikanan Riau, Diduga Kong Kolingkong dalam hal ini dibuktikan saat awak media menjalankan tugasnya selaku insan pers selaku sosial kontrol, namun kenapa dan ada apa sebab pihak dinas perikanan riau yang membidangi takut di jumpai wartawan, padahal tujuan awak media mendatangi kantor Dinas Perikanan Riau itu untuk meminta tanggapan Kabid Budidaya Dinas Perikanan Riau selaku PPK terkait belanja 8 unit Keramba Jaring Apung yang menelan anggaran hingga mencapai 1,9 Milyar, guna agar tidak salah dalam penulisan berita, dan mencukup unsur, namun sangat disayangkan lagi-lagi jawaban penjaga piket yang di bayar bahwa yang bersangkutan sedang Dinas Luar (DL)
Ditempat terpisah Kadis Perikanan Riau Yurnalis, sering kali dikonfirmasi awak media guna agar dalam menulis berita sesuai data di lapangan supaya berimbang, namun saat di hubungi Yurnalis melalui telepon selulernya juga guna mempertanyakan ikhwal pengadaan 8 unit Keramba Jaring Apung yang menelan anggaran milyaran tersebut tak kunjung ada dapat jawaban.
Informasi pada tahun 2023 dinas perikanan provinsi riau membelanjakan uang negara sebesar 1,9 milyar untuk membeli keramba jaring apung sebanyak 8 unit untuk diberikan kepada masyarakat.
Berdasarkan data yang dimiliki tim diduga harga Keramba Jaring Apung untuk satu unit kerambah apung hanya berkisar sekitar 124 juta Rupiah, artinya jika Dinas perikanan Riau membeli 8 unit untuk diserahkan ke masyarakat harganya tidak mencapai harga yang sudah tertera di anggaran 1,9 Milyar yang dimaksud,
Selaku insan Pers mencari, menggali, menyebarluaskan informasi, menyimpan adalah hak seorang pekerja jurnalistik, agar dalam penyampaian di publik bisa secara berimbang, awak media coba konfirmasi dinas terkait namun belum ada jawaban, hingga berita ini di publikasikan, (Muaramars)**
Penilis : Khairuman/Nazar (tim)
















