• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Minggu, 24 Mei 2026
  • Login
Muara Mars Portal Berita Pekanbaru Riau Indonesia
Advertisement
  • Nasional
    • Riau
    • Banten
    • DKI Jakarta
    • Jawa Barat
    • Jawa timur
    • Nusa Tenggara Barat
    • Sulawesi Selatan
    • Sumatera Utara
  • Daerah
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Indra Giri Hulu
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
    • Kabupaten Kuantan Singingi
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kabupaten Siak
    • Kota Dumai
    • Kota Pekanbaru
  • Kepri
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Video
  • Lainnya
    • Foto
    • Sosok
    • OPINI
    • Dunia Sawit
No Result
View All Result
  • Nasional
    • Riau
    • Banten
    • DKI Jakarta
    • Jawa Barat
    • Jawa timur
    • Nusa Tenggara Barat
    • Sulawesi Selatan
    • Sumatera Utara
  • Daerah
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Indra Giri Hulu
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
    • Kabupaten Kuantan Singingi
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kabupaten Siak
    • Kota Dumai
    • Kota Pekanbaru
  • Kepri
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Video
  • Lainnya
    • Foto
    • Sosok
    • OPINI
    • Dunia Sawit
No Result
View All Result
Muara Mars Portal Berita Pekanbaru Riau Indonesia
No Result
View All Result
Home Kota Pekanbaru

Dugaan Kriminalisasi Abdul Wahid Menguat, Tata Maulana Ungkap Konflik Internal

Muara Mars Muara Mars
Selasa, 31 Maret 2026
0 0
0
Dugaan Kriminalisasi Abdul Wahid Menguat, Tata Maulana Ungkap Konflik Internal
0
DIBAGI
41
DILIHAT
Share on FacebookShare on Twitter

 

Dugaan kriminalisasi terhadap Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid diungkap Tata Maulana. Konflik internal Pemprov dan dinamika PUPR PKPP disebut jadi pemicu

 

BacaJuga

PLN UID Riau-Kepri Tangani Gangguan Sistem, Masyarakat Diminta Tenang

Bawa Tradisi Budaya Balimau Kasai, Mahasiswa Kampar Raih Dua Medali Tingkat Nasional

Polda Riau Gelar Apel Penyerahan Kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada 268 Personel PPPK dan PHL

Dari Panggung Kecil Menuju Grand Final, Baca Perjalanan Wahyu Trinanda Puteri

Kongres Luar Biasa DPP IKJR, Kampriwoto Terpilih Secara Aklamasi

PEKANBARU || MuaraMars.com || — Setelah sempat lama tidak muncul ke publik pasca mengungkap kejanggalan dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK, Tata Maulana kembali buka suara. Ia mengungkapkan bahwa dugaan kriminalisasi terhadap Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid diduga telah direncanakan sejak awal masa kepemimpinannya.

Pernyataan tersebut disampaikan Tata kepada awak media dalam pertemuan di salah satu kedai kopi di Pekanbaru, Senin (30/3/2026). Dalam keterangannya, Tata menyoroti adanya konflik internal yang terjadi di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, yang menurutnya menjadi akar persoalan yang berkembang hingga saat ini.

Menurut Tata, hubungan yang tidak harmonis antara gubernur dan wakil gubernur bukanlah isu baru. Ia menyebut konflik tersebut telah muncul bahkan sebelum pelantikan kepala daerah serentak pada Februari 2025.

“Ketidakharmonisan itu memang benar terjadi. Bahkan sudah mulai pecah sekitar seminggu sebelum pelantikan kepala daerah. Saat itu, Gubernur Abdul Wahid sudah mewanti-wanti akan adanya gejolak di internal,” ungkap Tata.

Lebih jauh, Tata mengaku dirinya menjadi saksi atas salah satu peristiwa yang disebutnya sebagai puncak ketegangan. Peristiwa tersebut terjadi pada hari ketiga bulan Ramadan tahun lalu, tidak lama setelah Abdul Wahid mengikuti kegiatan retreat kepala daerah di Magelang.

Dalam pertemuan tersebut, kata Tata, Abdul Wahid disebut menerima ancaman langsung dari seseorang yang mengindikasikan akan menyeretnya ke persoalan hukum.

“Saya melihat langsung bagaimana beliau diajak bertemu oleh seseorang, lalu dalam pertemuan itu diperdengarkan rekaman dan disertai ancaman akan diperkarakan. Bahkan orang tersebut menyatakan siap menghadapi segala konsekuensi dan menantang untuk melihat siapa yang lebih kuat,” jelasnya.

Pasca peristiwa tersebut, Tata menuturkan bahwa Abdul Wahid langsung mengambil langkah antisipatif dengan menginstruksikan seluruh tim dan koleganya untuk tidak terlibat dalam urusan proyek maupun kegiatan pemerintahan di lingkungan Pemprov Riau.

“Gubernur Wahid secara tegas mengingatkan seluruh tim agar tidak mengurusi apapun. Ia menyadari kondisi ASN saat itu tidak kondusif, bahkan ada indikasi loyalitas yang terpecah, sehingga rawan terjadi pengkhianatan atau jebakan,” lanjutnya.

Tata juga menyoroti kondisi di Dinas PUPR PKPP yang disebutnya belum mengalami perombakan atau penyegaran sejak awal masa jabatan gubernur. Ia menyebut adanya dugaan praktik-praktik tidak sehat yang sudah mengakar.

“Publik tentu mengetahui dinamika di PUPR PKPP. Muncul istilah seperti ‘japrem’ yang mengindikasikan praktik korupsi telah menjadi budaya. Bahkan defisit anggaran tahun 2024 terbesar terjadi di dinas tersebut, dan banyak pihak mengetahui siapa saja yang diduga mengambil keuntungan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Tata mengungkapkan bahwa kondisi ketidakharmonisan tersebut turut berdampak pada keresahan sejumlah oknum aparatur sipil negara (ASN), khususnya di lingkungan PUPR PKPP. Mereka, kata Tata, diduga mencari cara untuk mempertahankan posisi mereka.

“Beberapa oknum ASN terlihat mencari ‘jalan aman’ agar tetap bertahan di jabatan. Saya sendiri pernah dihubungi melalui perantara relawan untuk dimintai bantuan, namun saya menolak karena itu bukan kewenangan saya, dan juga mengingat pesan gubernur,” jelasnya.

Tata kemudian menduga adanya upaya pengumpulan dana oleh pihak tertentu di lingkungan UPT Jalan dan Jembatan PUPR PKPP. Ia menyebut nama Sekretaris berinisial F yang diduga aktif dalam upaya tersebut.

“Saya menduga ada inisiatif untuk mengumpulkan dana sebagai upaya mempertahankan jabatan, lalu mencoba mendekati pihak-pihak yang dianggap dekat dengan gubernur,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya telah berulang kali mengingatkan tim dan relawan untuk tidak terlibat dalam urusan di lingkungan PUPR PKPP karena dinilai berisiko tinggi.

“Sudah sering saya ingatkan, sesuai pesan gubernur, agar tidak ikut campur. Bahkan ada ajudan yang sempat dinonaktifkan karena kelalaian dalam meneruskan pesan yang mencatut nama gubernur. Ini menunjukkan situasi yang sangat rawan,” tambahnya.

Menurut Tata, kondisi tersebut juga mendorong Gubernur Abdul Wahid mengeluarkan surat edaran terkait larangan pungutan liar (pungli) di lingkungan pemerintahan sebagai langkah preventif.

Di akhir keterangannya, Tata menilai proses persidangan yang tengah berjalan justru semakin membuka fakta-fakta baru. Ia berpendapat bahwa konstruksi perkara yang diarahkan kepada Abdul Wahid masih lemah secara pembuktian.

“Dalam sidang kedua ini, terlihat bahwa nama gubernur lebih banyak disebut berdasarkan pengakuan saksi tanpa didukung bukti kuat. Konstruksi dakwaan cenderung berupa tafsir sepihak dan narasi asumsi,” ujarnya.

Tata pun menduga bahwa kasus yang menyeret Abdul Wahid berkaitan dengan dinamika internal di PUPR PKPP yang dimanfaatkan oleh pihak tertentu.

“Kasus ini diduga menjadi semacam ‘jebakan’ oleh oknum yang memiliki kepentingan. Kita berharap kebenaran dapat terungkap di persidangan, dan keadilan benar-benar ditegakkan,” tutup Tata.(R-01/MMC/Tim)

Berita Sebelumnya

Polresta Pekanbaru Sertijab Sejumblah PJU Kasat Intel dan Kapolsek

Berita Selanjutnya

Gebrakan Bupati Suhardiman! Untuk Perbaikan Jalan, Sawit Dipungut Rp20/Kg dengan Target Rp240 Miliar

BERITA Terkait

PLN UID Riau-Kepri Tangani Gangguan Sistem, Masyarakat Diminta Tenang
Kota Pekanbaru

PLN UID Riau-Kepri Tangani Gangguan Sistem, Masyarakat Diminta Tenang

Jumat, 22 Mei 2026
81
Bawa Tradisi Budaya Balimau Kasai, Mahasiswa Kampar Raih Dua Medali Tingkat Nasional
Kota Pekanbaru

Bawa Tradisi Budaya Balimau Kasai, Mahasiswa Kampar Raih Dua Medali Tingkat Nasional

Selasa, 19 Mei 2026
16
Polda Riau Gelar Apel Penyerahan Kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada 268 Personel PPPK dan PHL
Kota Pekanbaru

Polda Riau Gelar Apel Penyerahan Kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada 268 Personel PPPK dan PHL

Kamis, 30 April 2026
7
Dari Panggung Kecil Menuju Grand Final,  Baca Perjalanan Wahyu Trinanda Puteri
Kota Pekanbaru

Dari Panggung Kecil Menuju Grand Final, Baca Perjalanan Wahyu Trinanda Puteri

Selasa, 28 April 2026
37
Kongres Luar Biasa DPP IKJR, Kampriwoto Terpilih Secara Aklamasi
Kota Pekanbaru

Kongres Luar Biasa DPP IKJR, Kampriwoto Terpilih Secara Aklamasi

Minggu, 26 April 2026
40
Dinilai Berpotensial, Masyarakat dan Tokoh Se-Riau Usulkan Febriyan Winaldi Jadi Wamen Kehutanan
Kota Pekanbaru

Dinilai Berpotensial, Masyarakat dan Tokoh Se-Riau Usulkan Febriyan Winaldi Jadi Wamen Kehutanan

Senin, 20 April 2026
14

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

  • Klarifikasi Pembuat Vidio Begal Dimedsos Wilayah Pasir Putih” Sebenarnya Murni Laka Lantas

    Klarifikasi Pembuat Vidio Begal Dimedsos Wilayah Pasir Putih” Sebenarnya Murni Laka Lantas

    0 dibagi
    Bagikan 0 Tweet 0
  •  Warga Belum Terima Ganti Rugi” Jurusita PN Pekanbaru Sudah lakukan Eksekusi Lahan

    0 dibagi
    Bagikan 0 Tweet 0
  • KPK Jadwalkan Pemanggilan Wakil Gubernur Riau SF Hariyanto” Saksi Pelapor ” Pejabat Riau OTT

    0 dibagi
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Calon Pj Sekda Kampar Dikabarkan 3 Orang” Anggota DPRD Ingatkan Hambali Jangan Gegabah

    0 dibagi
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Diduga Curi Sawit” Oknum Polisi di Rohul Ditangkap Warga

    0 dibagi
    Bagikan 0 Tweet 0

Selamat HUT RI Ke 78
semoga Allah perkuat persaudaraan kita
dan Allah mudahkan segala urusan kita Aamiin

FAHMIL, SE
WAKIL KETUA DPRD KAMPAR

Berita Terbaru

PLN UID Riau-Kepri Tangani Gangguan Sistem, Masyarakat Diminta Tenang

PLN UID Riau-Kepri Tangani Gangguan Sistem, Masyarakat Diminta Tenang

Jumat, 22 Mei 2026
81
Polisi Gabungan Bubarkan 3 Lokasi Ilegal Mining Di desa Kualu dan Parit Baru Garis Police Line Dipasang, Tempat Galian C Dibongkar

Polisi Gabungan Bubarkan 3 Lokasi Ilegal Mining Di desa Kualu dan Parit Baru Garis Police Line Dipasang, Tempat Galian C Dibongkar

Rabu, 20 Mei 2026
60
Wakil Bupati Kampar Lantik ketua PGRI Kecamatan Tambang dan siak Hulu

Wakil Bupati Kampar Lantik ketua PGRI Kecamatan Tambang dan siak Hulu

Rabu, 20 Mei 2026
5
Tambang Ilega Galian C Cederai Jembatan Gantung di Desa Kualu, Hukum Melemah” Uang Bicara

Tambang Ilega Galian C Cederai Jembatan Gantung di Desa Kualu, Hukum Melemah” Uang Bicara

Rabu, 20 Mei 2026
23
Bawa Tradisi Budaya Balimau Kasai, Mahasiswa Kampar Raih Dua Medali Tingkat Nasional

Bawa Tradisi Budaya Balimau Kasai, Mahasiswa Kampar Raih Dua Medali Tingkat Nasional

Selasa, 19 Mei 2026
16
Lainnya
Muara Mars Portal Berita Pekanbaru Riau Indonesia

© 2023 Muaramars.com. All Rights Reserved.

Media Online Muara Mars

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

No Result
View All Result
  • Dunia Sawit
  • Sosok
  • Publikasi
  • Edukasi
  • Berbagi
  • Koperasi dan UMKM
  • Informasi
  • Video

© 2023 Muaramars.com. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In