~~~Opini~~~
” Perjuangan Ayah dan Maak ”
Ayah ternyata hidup tidaklah mudah”, Hari ini aku baru menyadari bahwa hidup tak seperti yang ku bayangkan ketika aku masih kecil
Dimana hari hari hanya ku habiskan untuk bermain, hari hari hanya ku habiskan untuk bersenang
Aku belum menyadari bahwa, dibalik kebahagiaan yang aku rasakan ketika itu, ternyata ada seorang pahlawan yang selalu mau tersenyum.
Pahlawan itu adalah ibu (mak)
Mak” terimakasih kau telah menjadi ayah buat anak mu ini,
dimana di usia qu masih kecil yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) dan usia ku saat ini berusia 9 tahun, mak dan aku di tinggal ayah dengan memenuhi Panggilan yang maha kuasa ( Allah SWT ), namun kau selalu gigih berlagak bak seorang lelaki”, mak terimakasih atas perjuangan tenaga dan pikiran mu, baik saat ada dan tiada
Mak” anakmu ini salut atas perjuangan mu

” Meski bajunya telah dibasahi keringat, meski bahunya tak sanggu memikul beban, Meski tubuhnya sudah sangat lelah.
Maak”, kau memang sosok perempuan, di kala ayah sudah tiada semenjak daku masih umur 9 tahun.
Maak “, memang bagi aku kau ibu terhebat, dengan kegigihan mu, kau begitu kuat
Mampu berpura pura bahagia, dan selalu berusaha tertawa, demi melihat aku tumbuh dewasa”,
Saidina Umar, SH

















