• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • TOS
  • Privacy
  • Pedoman Media Siber
Minggu, Agustus 9, 2026
Muaramars.com - Portal Berita Nasional Terkini & Terpercaya Indonesia
No Result
View All Result
  • Login
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukrim
  • Opini
  • Peristiwa
  • Sosial
  • Sosok
  • Hot News
  • Lainnya
    • Dunia Sawit
    • Koperasi dan UMKM
    • Foto
    • Video
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukrim
  • Opini
  • Peristiwa
  • Sosial
  • Sosok
  • Hot News
  • Lainnya
    • Dunia Sawit
    • Koperasi dan UMKM
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Muara Mars
No Result
View All Result
Home Informasi

Gaji Koperasi Rp 900 Ribu Perbulan di Kampar” Mengundang Polemik

Ironi 2.800 Ha Kebun Sawit PTPN V yang Dibagi-bagi Jokowi ke Warga Bermasalah

Muara Mars by Muara Mars
Sabtu, 19 Oktober 2024
in Informasi
0
Gaji Koperasi Rp 900 Ribu Perbulan di Kampar” Mengundang Polemik
0
SHARES
74
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga :

Lihat Vidio” Buka Link” BOBIBOS Bahan Bakar Original Buatan Indonesia” BBM ramah lingkungan

Korlantas Polri Hentikan Sementara Penggunaan Sirene dan Rotator

Warga penerima kebun sawit  seluas 1,8 Hektar Senama Nenek di Kampar mempertanyakan hasil Kebun oleh KNES bekerja sama dengan PTPN V seluas 2800 Hektar

 

KAMPAR – RIAU || MuaraMars.com ||  Pembagian kebun kelapa sawit seluas 2.800 hektare oleh Presiden Jokowi kepada masyarakat di Desa Senama Nenek, Kampar kini menimbulkan masalah baru. Kebun sawit produktif eks PTPN V (sekarang PTPN IV Sub holding Palmco) itu, pada 26 Desember 2019 silam dibagi-bagi secara gratis lewat mekanisme Tanah Objek Reforma Agraria (TORA).

Kini, masyarakat yang mendapatkan kebun sawit mempertanyakan pengelolaannya oleh Koperasi Nenek Eno Senama Nenek (KNES) bekerja sama dengan PTPN IV.

” ironisnya warga setempat menilai hasil yang diperoleh dari kebun Koperansi Nenek Eno Senama Nenek sangat kecil, tidak sesuai luas kebun, padahal tiap warga mendapat masing-masing 1,8 hektare.

Ketua Tim TAPAK Riau, Suroto SH menyatakan, pengelolaan kebun oleh KNES menimbulkan tanda tanya. Sebab masyarakat pemilik kebun sama sekali tidak pernah memberikan persetujuan atau kuasa kepada KNES atau PTPN V untuk mengelola kebun sawit tersebut.

“Masyarakat pemilik kebun juga merasa tidak pernah mendaftar menjadi anggota Koperasi Nenek Eno Senama Nenek (KNES),” terang Suroto, Jumat (18/10/2024).

Ia menyebut, dari total 2.800 ha lahan yang dibagikan ke masyarakat, ada sekitar 2.100 ha kebun sawit produktif. Namun, selama dikelola KNES, pengelolaan keuangan hasil panen kebun sangat tidak transparan.

Warga hanya menerima uang hasil kebun dari KNES rata-rata hanya sebesar Rp 900 ribu per bulan per kapling dengan luasan 1,8 ha. Bahkan pada bulan September 2023, masyarakat cuma menerima bagi hasil panen Rp 350 ribu

Jumlah itu menurut Suroto sangat tidak masuk akal. Perhitungan masyarakat pemilik kebun, seharusnya mereka bisa mendapatkan pembagian hasil panen sebesar Rp 4 juta sampai Rp 4,5 juta per bulan.

“Mau makan apa masyarakat dengan hasil panen sebesar itu,” ungkap Suroto yang merupakan kuasa hukum masyarakat.

Ia mengkalkulasi uang hasil panen kebun seluas 2.100 ha sejak tahun 2020. Jika hasil panen sawit tiap bulan per hektarnya rata-rata 3 ton, maka dengan luasan kebun 2.100 ha, hasil panen per bulan sekitar 6.300 ton. Jika harga rata-rata harga sawit per kilogram Rp. 2800, maka jumlah uang hasil panen per bulannya bisa mencapai Rp 17.640.000.000.

“Jika dihitung dari awal 2020 sampai dengan sekarang, maka uang hasil panen yang dikelola oleh KNES bekerjasama dengan PTPN V angkanya sangat fantastis mencapai Rp. 1.058.400.000.000 (Rp 1 triliun lebih),” terangnya.

Warga, kata Suroto, makin curiga karena Ketua KNES, Alwi pada tahun 2021 lalu pernah menyebut kalau koperasi berutang sebesar Rp 68.555.000.000 (Rp 68 miliar lebih). Yang mana pembayaran utang tersebut dibebankan kepada hasil panen kebun masyarakat.

“Padahal masyarakat tidak pernah tahu untuk apa kegunaan utang tersebut dan masyarakat tidak pernah diberikan rincian utang oleh Ketua KNES Alwi, meskipun sudah berkali-kali diminta oleh masyarakat,” kata Suroto.

Masyarakat melalui ninik mamak Datuk Bandaharo, kata Suroto, telah melaporkan masalah pengelolaan kebun sawit itu kepada Pemkab Kampar, Dinas Koperasi Kabupaten Kampar, Polres Kampar, Pemprov Riau dan Polda Riau.

“Akan tetapi semua instansi tersebut seakan tutup mata dan tidak mau ambil pusing dengan persoalan yang dihadapi masyarakat Desa Senama Nenek. Padahal para pemilik kebun tersebut adalah masyarakat yang harusnya dilindungi dan diayomi,” kata Suroto. (Tim)

 

 

Penulis : Umar Ocu

Sumber : Konfirmasi

 

Related Posts

Lihat Vidio” Buka Link” BOBIBOS Bahan Bakar Original Buatan Indonesia” BBM ramah lingkungan
Informasi

Lihat Vidio” Buka Link” BOBIBOS Bahan Bakar Original Buatan Indonesia” BBM ramah lingkungan

Selasa, 25 November 2025
Korlantas Polri Hentikan Sementara Penggunaan Sirene dan Rotator
Informasi

Korlantas Polri Hentikan Sementara Penggunaan Sirene dan Rotator

Senin, 22 September 2025
Kelangkaan BBM Swasta” Ada Pemaksaan Terselubung”,
Informasi

Kelangkaan BBM Swasta” Ada Pemaksaan Terselubung”,

Sabtu, 20 September 2025
Gaji ke-13 ASN dan Pensiunan Mulai Cair Hari ini 2 Juni 2025
Informasi

Gaji ke-13 ASN dan Pensiunan Mulai Cair Hari ini 2 Juni 2025

Senin, 2 Juni 2025
Fraksi PKS DPR RI Terima Aspirasi Serikat Pekerja PT. PHR terkait Masa Pensiun
Informasi

Fraksi PKS DPR RI Terima Aspirasi Serikat Pekerja PT. PHR terkait Masa Pensiun

Rabu, 28 Mei 2025
Prabowo Presiden RI masuk menjadi pemimpin dunia dengan approval rating tertinggi di antara para pemimpin negara G20 per April 2025
Informasi

Prabowo Presiden RI masuk menjadi pemimpin dunia dengan approval rating tertinggi di antara para pemimpin negara G20 per April 2025

Jumat, 25 April 2025
Next Post
Wujudkan Pilkada Damai dan Berkeselamatan 2024″ Ditlantas Polda Riau Lakukan Program Kreatif

Wujudkan Pilkada Damai dan Berkeselamatan 2024" Ditlantas Polda Riau Lakukan Program Kreatif

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

  • Klarifikasi Pembuat Vidio Begal Dimedsos Wilayah Pasir Putih” Sebenarnya Murni Laka Lantas

    Klarifikasi Pembuat Vidio Begal Dimedsos Wilayah Pasir Putih” Sebenarnya Murni Laka Lantas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  •  Warga Belum Terima Ganti Rugi” Jurusita PN Pekanbaru Sudah lakukan Eksekusi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPK Jadwalkan Pemanggilan Wakil Gubernur Riau SF Hariyanto” Saksi Pelapor ” Pejabat Riau OTT

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Calon Pj Sekda Kampar Dikabarkan 3 Orang” Anggota DPRD Ingatkan Hambali Jangan Gegabah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Curi Sawit” Oknum Polisi di Rohul Ditangkap Warga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

BERITA TERKINI

Daya Beli Masyarakat Menengah Disorot Fenomena Menurunnya Tabungan dan Maraknya Trading Mandiri

Daya Beli Masyarakat Menengah Disorot: Fenomena Menurunnya Tabungan dan Maraknya Trading Mandiri

Jumat, 31 Juli 2026
Evaluasi Subsidi Listrik dan BBM

Evaluasi Subsidi Listrik dan BBM Tepat Sasaran: Pemerintah Perketat Kriteria Penerima Mulai Semester Ini

Jumat, 31 Juli 2026
Rupiah

Rupiah Bergejolak dan Suku Bunga Bank Indonesia: Bagaimana Nasib Cicilan KPR dan Kredit Kendaraan?

Jumat, 31 Juli 2026
Guncangan Ekonomi Nasional

Guncangan Ekonomi Nasional: Respons Istana dan DPR Saat Nilai Tukar Rupiah Bergejolak

Jumat, 31 Juli 2026
Pemilu 2029 Indonesia

Menatap Pemilu 2029: Lanskap Baru Demokrasi dan Tantangan Etika Politik

Kamis, 30 Juli 2026

EDITOR'S PICK

Curi Kayu Sono Brith 5 Batang” Petani ” Terancam 5 Tahun Penjara,

Curi Kayu Sono Brith 5 Batang” Petani ” Terancam 5 Tahun Penjara,

Jumat, 17 Januari 2025
Kapolres Pelalawan Buka Lat Pra Operasi Mantap Praja Lancang Kuning Tahun 2024 di Kabupaten Pelalawan

Kapolres Pelalawan Buka Lat Pra Operasi Mantap Praja Lancang Kuning Tahun 2024 di Kabupaten Pelalawan

Jumat, 9 Agustus 2024
Big Bos A Siregar Diduga Gembong Mafia Kayu Ilegal” Tidak Takut Hukum” Sombongnya

Big Bos A Siregar Diduga Gembong Mafia Kayu Ilegal” Tidak Takut Hukum” Sombongnya

Senin, 10 Februari 2025
PW Al Washliyah Riau Silaturahmi dan Sampaikan Aspirasi kepada Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief

PW Al Washliyah Riau Silaturahmi dan Sampaikan Aspirasi kepada Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief

Senin, 20 Oktober 2025
logo muaramars.com

Muaramars.com - Portal Berita Nasional Terkini & Terpercaya Indonesia

Follow us

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • TOS
  • Privacy
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Muaramars.com - All rights reserved

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukrim
  • Opini
  • Peristiwa
  • Sosial
  • Sosok
  • Hot News
  • Lainnya
    • Dunia Sawit
    • Koperasi dan UMKM
    • Foto
    • Video

© 2026 Muaramars.com - All rights reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In