Cetak Rekor Dunia, 6.000 Penari Zapin BKOW Guncang Pekanbaru
Kota Pekanbaru menjadi saksi sejarah baru dalam pelestarian budaya Nusantara. Ribuan perempuan yang tergabung dalam berbagai organisasi wanita memadati sepanjang Jalan Gajah Mada, Pekanbaru, untuk membawakan Tari Zapin Massal.
Tidak tanggung-tanggung, aksi kultural yang diinisiasi oleh Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Riau ini sukses memecahkan Rekor Dunia dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Sebanyak lebih dari 6.000 penari tampil serempak, anggun, dan memukau dalam harmoni gerak khas Melayu.
Dari Target 4.000 Menjadi 6.000 Penari: Antusiasme yang Meluap
Awalnya, pihak panitia yang dipimpin oleh Ketua Umum BKOW Riau, Hj. Adrias Hariyanto, hanya menargetkan keikutsertaan sekitar 4.000 peserta. Namun, saat hari pelaksanaan, antusiasme masyarakat dan berbagai organisasi wanita dari berbagai daerah—termasuk Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Bengkalis dan OPD se-Provinsi Riau—membeludak hingga menembus angka 6.080 penari.
Lonjakan peserta yang luar biasa ini membuat tim MURI langsung meningkatkan kategori penghargaan. Senior Manager MURI, Triyono, menjelaskan bahwa karena Tari Zapin Meskom sudah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb), pencapaian ini tidak lagi dicatat sebagai rekor nasional, melainkan langsung disahkan sebagai Rekor Dunia untuk kategori “Tari Zapin Meskom Oleh Perempuan Terbanyak”.
Filosofi di Balik Gerak Tari Zapin dan Kebaya Laboh Kekek
Mengusung tema “Bersatu Dalam Gerak Zapin Lestarikan Budaya Melayu”, acara ini bukan sekadar panggung seremonial. Kehadiran para penari yang mengenakan pakaian Melayu lengkap berbalut Kebaya Laboh Kekek membawa pesan filosofis yang mendalam tentang identitas perempuan Melayu.
Di saat dunia berlomba-lomba menampilkan kebebasan tanpa batas, perempuan Melayu Riau justru berdiri tegak menunjukkan bahwa kehormatan dan kesantunan adalah sebuah kekuatan,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, dalam sambutannya.
Tarian yang diadopsi dalam pemecahan rekor ini berakar dari Zapin Meskom, kesenian khas dari Desa Meskom, Kabupaten Bengkalis. Gerakan Tari Zapin mengajarkan nilai kedisiplinan, keteraturan batin, serta prinsip mendahulukan kebersamaan di atas ego individu.
Mandiri Tanpa Beban APBD
Satu hal yang menuai apresiasi luas dari pemerintah daerah dan tokoh masyarakat yang hadir adalah kemandirian penyelenggaraan acara ini. BKOW Riau berhasil menggerakkan ribuan massa dan menyabet rekor dunia murni dari hasil gotong royong, kreativitas, dan solidaritas organisasi wanita, tanpa menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Bagi Pemerintah Provinsi Riau, torehan rekor dunia di awal tahun 2026 ini bukanlah garis akhir, melainkan titik mula bagi gerakan kebudayaan yang lebih masif untuk memperkenalkan pesona Melayu ke kancah internasional di tengah gempuran modernisasi.
Hastag: #TariZapinMassal #BKOWRiau #RekorMURI #BudayaMelayu #PesonaRiau #PekanbaruHariIni #ZapinMeskom #KebayaLabohKekek
















