Dr. Muhammad Syukur Sarfat, S.T.P.,M.Si dalam kegiatan sosialisasi manfaat minyak makan merah untuk kuliner dan kesehatan
PEKANBARU, Muaramars.com — Pembangunan pabrik kelapa sawit mini untuk produksi Crude Palm Oil (CPO) dan minyak makan merah (M3) atau Red Edible (REO) dibawah pembiayaan Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) direncanakan akan diresmikan pada bulan Agustus 2023 ini,
Hal ini disampaikan oleh Dr. Muhammad Syukur Sarfat, S.T.P.,M.Si dari Pusat Penelitian Surfactant and Bionergy Research Center – Institut Pertanian Bogor (SRBC-IPB) dalam kegiatan sosialisasi manfaat minyak makan merah untuk kuliner dan kesehatan di Pekanbaru pada hari ini (22/08/2023).
Sarfat yang juga merupakan tim perencanaan bisnis dari ketiga PKS itu menjelaskan bahwa rencana pemerintah untuk meresmikan PKS minyak makan merah (3M) di bulan kemerdekaan ini, untuk memulai peredaran dan ketersedian aktif di pasaran.
“Saya sudah cek dengan tim pusat, rencananya Agustus ini ketiga PKS minyak makan merah di Sumut akan dijelaskan,” terangnya.
Hal inilah yang membuat pemerintah pun semakin gencar mensosialisasikan mengenai 3M kepada pelaku usaha kecil, menengah dan koperasi, agar memahami betul manfaat kesehatan yang ada di minyak ini.
Sebagaimana diungkapkan Pimpinan Surfactant and Bionergy Research Center (SRBC), Dr.Ir.Meika Syahbana Rusli MSc.Agr yang diwakilkan oleh Dr.Dwi Setyaningsih,STP,M.Si dalam kata sambutannya.
“Memang sudah dimulai dari awal tahun itu sudah mulai di produksi untuk minyak makan merah, didukung oleh Kemenkop UKM dan juga dari BPDPKS, tapi mungkin belum terlalu banyak masih dibeberapa tempat,” terang Dwi.
Sambung Dwi memaparkan minyak makan merah ini adalah minyak yang sebenarnya hasil refinery tapi tidak full jadi tidak menghilangkan warna merah dari minyak sawit jadi minyak berwarna merah.
“Jadi tujuan kita memperkenalkan minyak makan merah dengan mulai proses plannya atau produksinya karena ini sangat sesuai dengan pengolahan secara kecil untuk petani swadaya tidak hanya menjual TBS tetapi bisa diolah sendiri dengan berbagai macam produk kita hasilkan,”ungkap Dwi.
Salah satu narasumber yang menjelaskan manfaat Kesehatan dan penyajian minyak makan merah yakni Masyarakat Perkelapasawitan Indonesia (MAKSI) Dr.Ir.Darmono Taniwiryono,M,Sc.
“Minyak makan merah yang menghasilkan vitamin E bagus untuk kulit dan untuk kecantikan dan bagus untuk ibu-ibu yang sedang hamil,”ucap darmono.
“salahsatu unsur untuk menghindari stunting dan meningkatkan kecerdasan itu adalah vitamin E betakaroten atau pro vitamin A yang ada,”ujarnya lagi.
Sedangkan Kepala Wardani Agro Utama Natassa Kusumawardani menjelaskan tujuan mendirikan mini plan produksi minyak makan merah itu ada di Sumatera Utara, bertujuan untuk kesejahteraan petani kelapa sawit.
“tujuan yang pertama adalah untuk memanfaatkan perkebunan rakyat petani sawit lalu meningkatkan nilai tambah produk, meningkat posisi tambahan petani, terciptanya kedaulatan pangan,”papar Natassa.
Semangat ini disambut Ketua Divisi UMKM BPDPKS Helmi Muhansyah yang menyampaikan bahwa BPDPKS siap menjadi jembatan komunikasi dan mensupport hasil riset terkait dengan minyak makan merah ini yang bisa mengimplementasikan yang nantinya bisa mengambil banyak manfaat khususnya untuk minyak makan merah.
“Kami berharap bisa memaksimalkan sebagaimana mestinya, karena kemarin pada pidato kenegaraan Jokoei menyampaikan bahwa hilirisasi itu bukan hanya interal tapi sawit juga hilirisasi dan itu juga bisa dimanfaatkan dan diperoleh manfaatnya dengan UMKM,” tutupnya
Editor : Nanda
Penulis : Umar Ocu














































































































































































