Diduga Stor Ke Oknum APH, Kuari Ilegal Milik Udin dan UUL di KM 13 Desa Karya Indah Bebas lenggar Pasal 161 (UU 3/2020
TAPUNG || MuaraMars.com || Warga Desa Karya Indah Kesal, Tambang Ilegal jenis tanah Urug dan Sirtu milik Udin/UUL Tampa mengantongi izin bebas beroperasi di Desa Karya Indah Kecamatan Tapung, Kampar.
Berdasarkan pantauan redaksi MuaraMars.com dilapangan, benar kuari diduga Ilegal milik Udin bersama UUL asik beraktifitas di lahan kaplingan milik Sunardi, sesuai informasi dari warga.
Kuari tersebut beralamat di RT 03 RW 02 Dusun 03 Desa Karya Indah melenggang bebas Tampa izin SIPB yang berlaku. Aktifitas Galian C jenis Tanah Urug dan Sertu ini melanggar
Pasal 161 (UU 3/2020): Pihak yang terlibat dalam rantai distribusi hasil tambang ilegal—menampung, mengolah, memurnikan, mengangkut, menjual—juga diancam pidana yang samaPasal 161 (UU 3/2020): Pihak yang terlibat dalam rantai distribusi hasil tambang ilegal—menampung, mengolah, memurnikan, mengangkut, menjual—juga diancam pidana yang sama
Menurut informasi warga kuari tersebut mengganggu kenyamanan warga sekitar, selain kabut juga jam istirahat warga di malam hari pun terganggu, lantaran kuari beraktifitas dari jam 08 Pagi hingga sampai jam 10 Malam,
Kekesalan warga diduga pihak berwajib mendapatkan setoran sehingga aktifitas kuari ilegal milik Udin dan UUL ada pembiaran dari pihak APH Polres Kampar khusus di Polsek Tapung,
Saat di konfirmasi di lapangan benar aktifitas berjalan hebat Tampa izin, di lokasi saat di tanya UUL dari mana, dirinya menjawab barusan jumpai Orang Intel Ucok jelas UUL.
Dengan Egois Tampa kandala UUL memunculkan oknum Intel panggil saja Ucok, yang diduga membekup Usaha tambang kuari ilegal tersebut di depan redaksi muaramars.com.
Singkat waktu Penambang UUL yg datang di telpon anggotanya dua orang kasir pembukan jual beli hasil tambang ilegal, memintak kartu ID Card Wartawan untuk difoto dan kata UUL wartawan yang datang ke Kuari saya ini harus difoto kami kasi Uang Rp. 50 Ribu bang, jelas UUL jika tidak kami tidak bisa kasih uang dan itu perintah kesepakatan kami, Jelas UUL. Redaksi muaramars.com Tidak mintak uang namun chek and Richek atas informasi warga bahwa kuari di lokasi UUL benar bebas beroperasi, Polisi tutup mata.
“Jika ini dibiarkan jelas UU minerba tak berlaku untuk Kuari milik UUL, tapi berlaku aturan storan lancar usaha ilegal aman, jelas warga yang enggan namanya di publikasikan. Panggil saja di Polan nama bukan sebenarnya.
Warga meminta agar APH Polres Kampar Tidak Takut menangkap dan pelaku dan alat berat jenis Excakapator yang beroperasi Tampa SIPB lengkap,
Bersama tim Gabungan ESDM Provinsi Riau dan Gakkum LHK saat di konfirmasi di lapangan, yang tidak ada Izin SIPB itu penertipan dan penangkapan hak Polisi pak, dan bertindak Satpol PP juga sebagai penegak perda pak, ucap Ismon Selaku Kadis ESDM Riau kepada MuaraMars.com, Senin (02/03/2026) Pukul 14.15 WIB di Desa Karya Indah
Kuari Galian C tambang Tanah Urug yang ada Izin di KM 13 Cuman satu itu PT. Hamka, selain itu ilegal jelas Ismon
“Aktifitas Kuari Ilegal milik Udin UUL 500 meter dari simpang jalan KM 13 kuari pertama jumpa sebelah kanan berdekatan dengan lokasi Tanah Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Karya Indah.

Kepala dinas ESDM Provinsi Riau Ismon berharap, agar pihak Polres Kampar atau Dirkrimsus Polda Riau mampu sidak terselubung kuari Milik Udin Atau UUL yang meresahkan warga, harap Kadis ESDM Riau Ismon
Karena Aktifitas tersebut melanggar UU Minerba
Atas Tindakan yang dilakukan oleh Udin dan UUL aktifitas Tambang Ilegal jenis Tanah Urug dan Sertu ini melanggar aturan Undang Undang Minerba, dimana
Tambang ilegal (tanpa izin/PETI) diatur utamanya dalam UU No. 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Pasal 158 menegaskan bahwa pelaku dapat dipidana penjara paling lama 5 tahun dan denda hingga Rp100 miliar. Sanksi ini juga mencakup pihak yang menampung, mengolah, atau menjual hasil tambang ilegal.
Penulis : Umar Pantang Menyerah

















