Pekanbaru || Muaramars.com || — Ketua DPRD Riau, Kaderismanto menyebut, bahwa tunda bayar tahun 2024 bisa dipastikan tuntas pada tahun ini. Pasalnya, APBD Perubahan ini fokus pada hal-hal yang prioritas dan menyelesaikan utang yang ada, jelasnya
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau memastikan tunda bayar tahun 2024 diselesaikan pada tahun 2025 ini. Tunda bayar tersebut akan diakomodir melalui APBD Perubahan.
“Kaderismanto sampaikan Karena memang ada utang-utang yang harus di selesaikan kepada pihak ketiga, Kemudian sesuai LHP BPK juga ada uang pajak terpakai pada tahun 2024,” beban tunda salur dan kurang ucap Rismanto Rabu (24/9/2025).
Untuk itu DPRD Riau akan melakukan pengetatan terhadap belanja daerah. Menurutnya, tidak masalah tahun ini irit dalam penggunaan anggaran, dengan harapan pada tahun 2026 mendatang bisa normal kembali dan tidak terulang kembali hal yang serupa, bebernya Rismanto.
“Biarlah di tahun 2025 kita kencangkan ikat pinggang, tapi dengan harapan di tahun 2026 bisa normal kembali. Dan kita sepakat bersama Pemprov Riau, OPD, dan semua pihak berharap bisa perketat penggunaan anggaran ini,” katanya.
Ia menyebut, hal-hal yang tidak prioritas tentunya akan dikurangi dan mendahulukan hal yang prioritas. Bahkan, pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD Riau saja tidak dianggarkan di tahun ini.
“Pokok pikiran dewan itu nol dan semua anggota DPRD Riau betul-betul mengalah, karena semuanya efisiensi dan fokus mendorong untuk hal-hal yang prioritas,” jelasnya
Sebenarnya, anggota DPRD Riau kecewa karena tidak adanya pokok pikiran tersebut. Aspirasi masyarakat yang diserap saat reses tak bisa direalisasikan lagi, beber Rismanto
Hal itu dibuktikan lemahnya koordinasi dengan TAPD beberapa bulan yang lalu dan di SIPD-nya, pokir itu sudah di-nol-kan. Di satu sisi keuangan kita juga tidak dalam kondisi memungkinkan, sehingga akhirnya kita bersama-sama prioritaskan saja mana hal-hal yang lebih urgen,” tutup Rismanto (Umar/MMC/Rls)













