• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • TOS
  • Privacy
  • Pedoman Media Siber
Senin, Agustus 10, 2026
Muaramars.com - Portal Berita Nasional Terkini & Terpercaya Indonesia
No Result
View All Result
  • Login
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukrim
  • Opini
  • Peristiwa
  • Sosial
  • Sosok
  • Hot News
  • Lainnya
    • Dunia Sawit
    • Koperasi dan UMKM
    • Foto
    • Video
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukrim
  • Opini
  • Peristiwa
  • Sosial
  • Sosok
  • Hot News
  • Lainnya
    • Dunia Sawit
    • Koperasi dan UMKM
    • Foto
    • Video
No Result
View All Result
Muara Mars
No Result
View All Result
Home Hot News

Menerapkan Pertanian Presisi pada Kelapa Sawit

Muara Mars by Muara Mars
Kamis, 21 April 2022
in Hot News, Informasi
0
Menerapkan Pertanian Presisi pada Kelapa Sawit
0
SHARES
21
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kelapa sawit adalah komoditas pertanian yang paling menguntungkan dan memiliki nilai komersial tinggi, yang tersebar luas di dunia tropis. Komoditas kelapa sawit menjadi sektor esensial untuk menopang perekonomian di beberapa negara seperti Indonesia, Filipina, Malaysia, Thailand. Indonesia sendiri menempati urutan pertama sebagai produsen terbesar kelapa sawit di dunia dengan produksi 17,13 juta ton (2021). Nilai tersebut menjadikan Indonesia sebagai pengekspor minyak sawit terbesar di dunia, yang saat ini menyumbang 45% dari produksi kelapa sawit dunia.

Untuk meningkatkan profit, berbagai perusahaan kelapa sawit telah melakukan ekstensifikasi secara masif. Bahkan tidak jarang perusahaan besar melakukan perluasan lahan dengan cara inkonstitusional seperti pembakaran dan penebangan ilegal. Cara-cara semacam ini masih sering terjadi pada beberapa tahun belakangan, seperti kasus konversi lahan gambut menjadi lokasi perkebunan kelapa sawit. Tentunya, hal ini tidak dapat dibenarkan karena akan berdampak negatif pada berbagai faktor lingkungan antara lain tanah, udara, lahan, dan air.

Baca Juga :

Dirlantas Polda Sumbar Tinjau Kesiapan Pos Pengamanan dan Pelayanan

5 Orang Penyidik KPK Naik Pangkat, Satu diantaranya di Tunjuk Kapolres Kuansing

Selain itu, cara-cara tersebut juga menyebabkan pengurangan lahan subur dan degradasi berkepanjangan pada pertanian. Hasil penelitian melaporkan bahwa kondisi lingkungan kelapa sawit yang tidak sesuai dapat menurunkan produktivitas sebesar 28 – 41 % dan rendemen 0.6 – 2.5 %. Untuk mengatasi hal ini, konsep pertanian presisi (precision agriculture) diperkenalkan sebagai solusi atas isu mendesak tentang kesemrawutan pengelolaan sumber daya pada perkebunan kelapa sawit.

Konsep pertanian presisi pertama kali muncul dan diperkenalkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat pada 1997. Pada dasarnya, pertanian presisi berfokus pada: (1) adopsi teknologi untuk mengenali (misalnya, mendeteksi, memantau, menganalisis, dan memprediksi) informasi spesifik lokasi spasial dan temporal; (2) penggabungan teknologi berorientasi aplikasi; (3) memaksimalkan sumber daya yang tersedia dan meminimalkan limbah dan dampak negatif terhadap lingkungan.

Tidak dapat disangkal lagi bahwa konsep pertanian presisi berpotensi untuk meningkatkan profitabilitas tanaman, mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, dan meminimalkan pemborosan dan kerugian. Beberapa contoh aplikasi pertanian presisi mencakup pemantauan tanah, pemantauan hasil panen, pemantau cuaca, pemetaan lahan, irigasi cerdas, dan manajemen finansial industri pertanian.

Tidak heran jika pangsa pasar untuk penerapan pertanian presisi telah diperkirakan tumbuh sekitar 13,81% selama tahun 2018 – 2026. Adapun negara-negara yang telah menerapkan pertanian presisi tersegmentasi ke dalam empat wilayah utama yakni: Amerika Utara (AS, Kanada, dan Meksiko), Asia Pasifik (Cina, India, Jepang, Australia, dan Selandia Baru), Eropa (Inggris, Prancis, Jerman, Italia, dan Spanyol), serta Timur Tengah dan Afrika.

Peluang Besar

Penerapan konsep pertanian presisi pada perkebunan kelapa sawit di Indonesia memiliki peluang sangat besar. Kegiatan ini mencakup proses deteksi, pemantauan, prediksi, dan analisis setiap lini kegiatan produksi dari pra panen sampai pascapanen. Konsep pertanian presisi dapat diimplementasikan pada tiga bidang utama pada perkebunan kelapa sawit yaitu manajemen tanaman, lahan, dan air.

Manajemen tanaman mencakup gagasan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya dan produksi hasil sambil meminimalkan pemborosan dan kerugian, yang sejalan dengan tujuan pertanian presisi. Manajemen tanaman mengacu pada kombinasi logis dari teknik pertanian dalam mengelola lingkungan fisik, biologis, dan kimia tanaman. Contoh penerapan pertanian presisi pada manajemen tanaman adalah memprediksi hasil panen kelapa sawit, deteksi kematangan, dan prediksi kandungan kimia.
Akhir-akhir ini peneliti telah mengembangkan perangkat portabel untuk mendeteksi kematangan kelapa sawit berbasis sensor induktif dengan tingkat akurasi 100%.

Manajemen air pada kelapa sawit merupakan aspek yang krusial dan ini menjadi sasaran dari penerapan konsep pertanian presisi. Karena pertumbuhan kelapa sawit sangat bergantung pada ketersediaan air, pengelolaan air yang efektif dapat meningkatkan produksi. Manajemen air dilakukan dengan menerapkan berbagai sensor untuk memantau dan kemudian meramalkan dan memvariasikan kebutuhan air sesuai dengan kondisi cuaca spesifik lokasi. Pada akhirnya, ini akan mengarah pada optimalisasi panen dan penghematan air. Penerapan pertanian presisi melalui irigasi cerdas dapat menghemat konsumsi air sebesar 30% dan mengurangi biaya operasional karena tenaga kerja yang lebih sedikit.

Terakhir, tanah adalah sumber daya alam heterogen yang menampung beragam komunitas untuk mempertahankan fungsi ekosistem. Manajemen tanah yang baik pada perkebunan kelapa sawit memiliki efek langsung pada hasil panen, pertumbuhan tanaman, dan efisiensi penggunaan sumber daya. Manajemen tanah mencakup aspek seperti kondisi suhu tanah, tekstur, kepadatan, porositas, kontur, dan lain-lain. Output dari manajemen tanah adalah dapat memberikan rekomendasi lokasi yang sesuai untuk budidaya kelapa sawit. Bahkan manajemen tanah yang baik akan memungkinkan para asisten kebun dapat mengumpulkan dan melacak informasi tentang kondisi tanah secara detail, sampai ke titik pohon kelapa sawit.

Tantangan Utama

Implementasi pertanian presisi pada kelapa sawit adalah masalah yang kompleks karena ini berhadapan dengan banyak faktor lingkungan yang tak terduga yang seringkali dianggap sebagai noise. Interpretasi beragam informasi yang diperoleh dari tanaman, air, dan tanah terkadang juga masih ambigu. Namun demikian, algoritma kecerdasan buatan dapat mengatasi hal ini. Sekumpulan data akan dianalisis dan dimodelkan menggunakan kecerdasan buatan untuk membangun sebuah expert system sebagai basis keputusan.

Tantangan utama pertanian presisi pada perkebunan kelapa sawit adalah konektivitas internet. Hal ini berkaitan dengan fakta bahwa sebagian besar pertanian presisi bekerja menggunakan internet untuk proses analisis dan transfer data, yang dikenal sebagai IoT (internet of things). Bukan perkara baru lagi jika lokasi perkebunan memang lokasi yang terisolasi dari konektivitas internet.

Oleh karena itu, sudah saatnya perusahaan perkebunan untuk mulai berinvestasi teknologi, salah satunya adalah penerapan jaringan internet di perkebunan untuk mendukung pertanian presisi. Dan dengan demikian, penerapan pertanian presisi pada perkebunan kelapa sawit akan mendatangkan berbagai keuntungan seperti dapat menekan biaya operasional dan meningkatkan produktivitas kelapa sawit.

Sumber berita : Detik.com

Related Posts

Dirlantas Polda Sumbar Tinjau Kesiapan Pos Pengamanan dan Pelayanan
Hot News

Dirlantas Polda Sumbar Tinjau Kesiapan Pos Pengamanan dan Pelayanan

Sabtu, 25 Juli 2026
Riau Kembali di geledah Tim KPK” Rumah Pribadi Plt Gubernur Jadi Sasaran
Hot News

5 Orang Penyidik KPK Naik Pangkat, Satu diantaranya di Tunjuk Kapolres Kuansing

Kamis, 8 Januari 2026
Ketua DPRD Kampar Ahmad Taridi, S.HI Pimpin Rapat Paripurna Penetapan Propemperda dan Penyampaian Laporan Pansus TA 2026
Hot News

Bupati Kampar H Ahmad Yuzar, S.Sos., MT Hadiri Rapat Paripurna Penetapan Propemperda dan Penyampaian Laporan Pansus DPRD TA 2026

Jumat, 19 Desember 2025
Lihat Vidio” Buka Link” BOBIBOS Bahan Bakar Original Buatan Indonesia” BBM ramah lingkungan
Informasi

Lihat Vidio” Buka Link” BOBIBOS Bahan Bakar Original Buatan Indonesia” BBM ramah lingkungan

Selasa, 25 November 2025
Polsek Kelayang Ungkap Dua Kasus Narkoba di Dua Kecamatan, Satu Tersangka Karyawan Perusahaan Sawit
Hot News

Polsek Kelayang Ungkap Dua Kasus Narkoba di Dua Kecamatan, Satu Tersangka Karyawan Perusahaan Sawit

Jumat, 31 Oktober 2025
Anggota DPR RI Hendry Munief Dorong Pemerintah Perkuat Literasi Artificial Intelegence (AI) Bagi Pelaku Usaha dan Wisata
Hot News

Anggota DPR RI Hendry Munief Dorong Pemerintah Perkuat Literasi Artificial Intelegence (AI) Bagi Pelaku Usaha dan Wisata

Kamis, 9 Oktober 2025
Next Post
Cikal Bakal Minyak Goreng di RI, Benih Sawit Ditanam di Kebun Raya Bogor

Cikal Bakal Minyak Goreng di RI, Benih Sawit Ditanam di Kebun Raya Bogor

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

  • Klarifikasi Pembuat Vidio Begal Dimedsos Wilayah Pasir Putih” Sebenarnya Murni Laka Lantas

    Klarifikasi Pembuat Vidio Begal Dimedsos Wilayah Pasir Putih” Sebenarnya Murni Laka Lantas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  •  Warga Belum Terima Ganti Rugi” Jurusita PN Pekanbaru Sudah lakukan Eksekusi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPK Jadwalkan Pemanggilan Wakil Gubernur Riau SF Hariyanto” Saksi Pelapor ” Pejabat Riau OTT

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Calon Pj Sekda Kampar Dikabarkan 3 Orang” Anggota DPRD Ingatkan Hambali Jangan Gegabah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Curi Sawit” Oknum Polisi di Rohul Ditangkap Warga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

BERITA TERKINI

Daya Beli Masyarakat Menengah Disorot Fenomena Menurunnya Tabungan dan Maraknya Trading Mandiri

Daya Beli Masyarakat Menengah Disorot: Fenomena Menurunnya Tabungan dan Maraknya Trading Mandiri

Jumat, 31 Juli 2026
Evaluasi Subsidi Listrik dan BBM

Evaluasi Subsidi Listrik dan BBM Tepat Sasaran: Pemerintah Perketat Kriteria Penerima Mulai Semester Ini

Jumat, 31 Juli 2026
Rupiah

Rupiah Bergejolak dan Suku Bunga Bank Indonesia: Bagaimana Nasib Cicilan KPR dan Kredit Kendaraan?

Jumat, 31 Juli 2026
Guncangan Ekonomi Nasional

Guncangan Ekonomi Nasional: Respons Istana dan DPR Saat Nilai Tukar Rupiah Bergejolak

Jumat, 31 Juli 2026
Pemilu 2029 Indonesia

Menatap Pemilu 2029: Lanskap Baru Demokrasi dan Tantangan Etika Politik

Kamis, 30 Juli 2026

EDITOR'S PICK

Jelang Hut PGRI Ke-79″ Polres Kampar Berikan Penyuluhan Hukum Kepada Kepsek dan Tenaga Pendidik

Jelang Hut PGRI Ke-79″ Polres Kampar Berikan Penyuluhan Hukum Kepada Kepsek dan Tenaga Pendidik

Kamis, 7 November 2024
Ustad Abdul Somad: Gubernur Riau Dimintai Keterangan, Bukan terjaring OTT KPK

Ustad Abdul Somad: Gubernur Riau Dimintai Keterangan, Bukan terjaring OTT KPK

Selasa, 4 November 2025
Satres Narkoba Polres Siak Kembali Amankan Dua Orang Pria Diduga Pelaku Penyalahgunaan Narkotika

Satres Narkoba Polres Siak Kembali Amankan Dua Orang Pria Diduga Pelaku Penyalahgunaan Narkotika

Rabu, 31 Juli 2024
Asisten Pengawasan Kejaksaan Tinggi Riau Penerima Apel Kerja Pagi

Asisten Pengawasan Kejaksaan Tinggi Riau Penerima Apel Kerja Pagi

Rabu, 23 Agustus 2023
logo muaramars.com

Muaramars.com - Portal Berita Nasional Terkini & Terpercaya Indonesia

Follow us

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • TOS
  • Privacy
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Muaramars.com - All rights reserved

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukrim
  • Opini
  • Peristiwa
  • Sosial
  • Sosok
  • Hot News
  • Lainnya
    • Dunia Sawit
    • Koperasi dan UMKM
    • Foto
    • Video

© 2026 Muaramars.com - All rights reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In