KUANSING – KEBUN LADO (Singingi) || MuaraMars.com – Koperasi Unit Desa (KUD) Karya Bhakti di Desa Kebun Lado di sebut mengukir prestasi gemilang sebagai mercusuar kemandirian ekonomi pedesaan,
KUD Karya Bhakti Desa Kobun Lado berhasil mengangkat perekonomian lebih dari 500 Kepala Keluarga (KK) Anggota Kelompok Tani hanya dari pengelolaan lebih kurang 500 Hektar lahan. Namun, kisah sukses ini juga menjadi sorotan tajam atas potensi yang hilang dan dugaan konflik lahan dengan korporasi raksasa.
KUD Karya Bhakti membuktikan bahwa cita-cita desa mandiri bukanlah utopia. Dengan model gotong royong koperasi, mereka mampu mengelola sumber daya secara efektif dan memberikan bagi hasil signifikan, mengubah kualitas hidup anggota. Kamis (11/12/2025)
Ketua KUD Hendri saat di konfirmasi melalui Asdita Angkat bicara dan sampaikan manfaat kebutuhan KUD bagi anggota Kelompok Tani “Toh”. Saat ini Koperasi sudah menjadi urat nadi kami. Dulu, mencari penghasilan tetap sangat sulit. Sekarang, anak-anak kami bisa sekolah di berbagai tingkatan berkat hasil panen Sawit yang kami kelola bersama di KUD,”_ Ungkap Asdita, Anggota KUD Karya Bhakti.
Keberhasilan KUD Karya Bhakti semakin mencolok saat dihadapkan pada kenyataan pahit, lahan lebih kurang 500 Hektar yang dikelola saat ini hanyalah sisa kecil dari potensi lahan masyarakat Desa Kebun Lado yang lebih luas.
Ketua KUD Karya Bhakti, Arhendri, menegaskan bahwa keberhasilan saat ini adalah miniatur dari apa yang bisa dicapai.
“Saat ini hanya dengan 0,8 Hektar masing-masing anggota bisa terima 3 hingga 4 juta setiap bulan. Bayangkan jika lahan kami yang lebih luas tidak menjadi konsesi. Dengan semangat dan manajemen KUD Karya Bhakti saat ini, kami yakin bisa menyejahterakan ribuan KK, bukan hanya 500, selain itu saat ini KUD karya bhakti juga menyumbang pajak 4 M lebih pertahun kepada negara” Jelas Arhendri, Ketua KUD Karya Bhakti.
Pernyataan ini menyoroti akar masalah utama dugaan penguasaan dan penggarapan lahan oleh korporasi raksasa seperti RAPP (Riau Andalan Pulp and Paper), yang dianggap telah “mengekang” potensi mandiri desa kebun lado
Informasi sebelumnya menyebutkan adanya dugaan ratusan hektar Area Penggunaan Lain (APL) yang sebelumnya di klaim milik masyarakat Kebun Lado yang belakangan di ketahui tiba-tiba berubah status menjadi Hutan Produksi Terbatas (HPT) dan masuk dalam kawasan Hutan Konsesi Perusahaan RAPP.
Perubahan status lahan inilah yang disebut menjadi pemicu utama terjadinya Konflik Lahan antara perusahaan dengan masyarakat, atau dalam hal ini, KUD Karya Bhakti.
Prestasi KUD Karya Bhakti tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga menjadi sebuah seruan keras kepada pemangku kepentingan untuk memberikan dukungan nyata kepada gerakan koperasi pedesaan.
Selain itu Masyarakat Berharap Pemerintah daerah hingga pusat dapat Meninjau ulang kebijakan penggunaan dan status lahan demi kepentingan dan kemakmuran masyarakat lokal, khusus Anggota Petani Kelimpok KUD Karya Bhakti Masyarakat Desa Kobun Lado, Pinta Arhendri
” Sudahlah RAPP itu sudah menggarap puluhan ribu hektare di wilayah kuansing, jangan di tambah tambah lagi, beri ruang kepada masyarakat tempatan juga untuk tumbuh di tanah kelahiran mereka sendiri” Tambah salah seorang tokoh masyarakat kebun lado kepada media MuaraMars.com.
KUD Karya Bhakti telah membuktikan bahwa rakyat mampu berdiri di atas kaki sendiri. Kini, tantangannya adalah memastikan bahwa kesempatan dan modal sumber daya yang memadai terutama lahan tidak direnggut oleh kepentingan korporasi besar, sehingga Desa Kebun Lado dan desa desa lain nya di Kuantan Singingi benar-benar dapat menjadi model desa swasembada yang menyejahterakan ribuan warganya.
Semoga Informasi ini sampai ke telinga Presiden RI Prabowo. Tutup Arhendri. ( R- 01/MMC)***
~~Tegakkan Kebenaran Demi Keadilan
Simbol “Pantang Menyerah” (Lakukan yang terbaik, sekalipun anda di benci) wartawan media Online Muaramars.com Grup siap berlayar mestipun badai besar menghalang,
Redaksi muaramars.com.menerima Artikel, informasi masyarakat di seluruh pelosok nusantara, yang bersipat akurat disertai kiriman data data yang valit, tampa SARA dan bersipat tampa unsur fitnah, sakit hati,dendam dan lain lain. Disertai data lengkap identiras narasumber,
Silahkan kirim ke WhatsApp
0823-8103-1768 (redaksi)













