• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Selasa, 16 Juni 2026
  • Login
Muara Mars Portal Berita Pekanbaru Riau Indonesia
Advertisement
  • Nasional
    • Riau
    • Banten
    • DKI Jakarta
    • Jawa Barat
    • Jawa timur
    • Nusa Tenggara Barat
    • Sulawesi Selatan
    • Sumatera Utara
  • Daerah
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Indra Giri Hulu
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
    • Kabupaten Kuantan Singingi
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kabupaten Siak
    • Kota Dumai
    • Kota Pekanbaru
  • Kepri
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Video
  • Lainnya
    • Foto
    • Sosok
    • OPINI
    • Dunia Sawit
No Result
View All Result
  • Nasional
    • Riau
    • Banten
    • DKI Jakarta
    • Jawa Barat
    • Jawa timur
    • Nusa Tenggara Barat
    • Sulawesi Selatan
    • Sumatera Utara
  • Daerah
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Indra Giri Hulu
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
    • Kabupaten Kuantan Singingi
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kabupaten Siak
    • Kota Dumai
    • Kota Pekanbaru
  • Kepri
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Video
  • Lainnya
    • Foto
    • Sosok
    • OPINI
    • Dunia Sawit
No Result
View All Result
Muara Mars Portal Berita Pekanbaru Riau Indonesia
No Result
View All Result
Home Dunia Sawit

Apa Kabar Mafia Minyak Goreng? bagian 2

Muara Mars Muara Mars
Jumat, 1 April 2022
0 0
0
Apa Kabar Mafia Minyak Goreng? bagian 2
0
DIBAGI
5
DILIHAT
Share on FacebookShare on Twitter

Oke mengklaim Lutfi sebelumnya memang sudah menyiapkan bukti yang cukup agar mafia itu diungkap. Namun, niat itu diurungkan karena penegak hukum menilai bukti yang diberikan Kementerian Perdagangan belum cukup kuat.
“Ternyata dari sisi penegak hukum bukti-bukti tersebut belum mendukung untuk dilakukan,” katanya.

Kemudian, Lutfi juga tersandung aturan. Oke mengklaim pihaknya sudah menemukan indikasi kuat terjadi aksi terstruktur yang dilakukan mafia minyak goreng itu. Salah satunya, penimbunan minyak goreng.
Tapi, dalam Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting, definisi penimbunan harus dilakukan selama 3 bulan.

“Kalau baru seminggu nimbun engga bisa dikategorikan penimbunan, enggak kuat jadinya kita. Orang terbukti sudah ketemu, ada beberapa perusahaan yang sudah kami sanksi. Tapi berbalik ke kami, ternyata enggak cukup bukti karena unsur hukum tidak terpenuhi,” ujar dia.

BacaJuga

Dirlantas Polda Sumbar Tinjau Kesiapan Pos Pengamanan dan Pelayanan

5 Orang Penyidik KPK Naik Pangkat, Satu diantaranya di Tunjuk Kapolres Kuansing

Bupati Kampar H Ahmad Yuzar, S.Sos., MT Hadiri Rapat Paripurna Penetapan Propemperda dan Penyampaian Laporan Pansus DPRD TA 2026

Polsek Kelayang Ungkap Dua Kasus Narkoba di Dua Kecamatan, Satu Tersangka Karyawan Perusahaan Sawit

Anggota DPR RI Hendry Munief Dorong Pemerintah Perkuat Literasi Artificial Intelegence (AI) Bagi Pelaku Usaha dan Wisata

Oke menambahkan bahwa kata ‘mafia’ dipakai Lutfi agar lebih komunikatif kepada masyarakat. Tapi yang dimaksud Lutfi, lanjut dia, adalah pemain nakal yang mengganggu distribusi minyak goreng ke warga.

Direktur Eksekutif Institute dor Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menilai sebetulnya sudah ada indikasi kuat di pasar adanya pelaku atau oknum yang memanfaatkan situasi di tengah kebijakan tak tepat Kemendag.
“Harga yang relatif jauh antar kemasan dan curah dan harga masing-masing rantai pasok cukup jauh sehingga dimanfaatkan oleh oknum untuk menimbun, menjual tidak sesuai HET, ” katanya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (30/3).

Namun, Tauhid melihat tak mudah untuk menyebut mereka mafia karena harus memuaskan indikator seperti beberapa pihak mengkoordinasikan dari hulu ke hilir, menentukan kapan harga naik atau turun bersamaan, atau memanfaatkan jalur distribusi secara bersama untuk menimbun.

“Indikasi itu kalau saya lihat mungkin bukti kurang cukup,” imbuhnya.

Tauhid berpendapat minyak goreng di pasar juga diperparah oleh aksi beli panik masyarakat untuk menyetok di rumah, sehingga stok ludes di pasar.

Tauhid mengaku mendukung Kemendag untuk mengungkap nama para mafia tersebut agar ada kejelasan. Namun, ia juga mengingatkan agar bukti yang disiapkan cukup untuk menyeret mereka ke meja hijau, jangan sampai malah pemerintah yang kalah.

Dengan cara apapun itu, entah menangkap para mafia atau cara lainnya, yang jelas polemik minyak goreng mesti segera ditangani. Tauhid memproyeksikan harga yang tinggi ditambah permintaan yang melonjak selama puasa dan Lebaran akan menyumbang inflasi komponen makanan hingga 4 persen.

Selain inflasi, ia melihat dampak lain yang ditimbulkan adalah membengkaknya beban subisidi pemerintah karena penerapan HET yang berlarut.

Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal menilai terbukti atau tidaknya dugaan keberadaan mafia minyak goreng tak mengubah inti permasalahan, yaitu masalah kelangkaan dan harga harus dibereskan.

“Kalau ketahuan mafianya tapi tetap kondisinya seperti sekarang yang berarti kan bukan di situ masalahnya berarti,” kata dia.

Menurut Faisal, dalang masalah ada di sepanjang jalur distribusi karena banyaknya spekulan. “Kalau pasokan kan cukup, produksi juga cukup, tapi enggak sampai ke konsumen. Berarti yang salah sepanjang mata rantai produsen ke konsumennya, dari agennya kah, retailer-nya, kita enggak tahu,” terangnya.

Untuk itu, ia mendesak pemerintah untuk segera menangani karut-marut minyak goreng mengingat puasa tinggal beberapa hari lagi.

Jika masih berlarut, Faisal khawatir masyarakat menengah ke bawah akan kesusahan untuk memenuhi kebutuhannya, tak seperti kelas menengah dan atas yang masih bisa membeli dengan harga mahal.

“Kemendag harus serius membuat mekanisme tracing dari mata rantai produsen sampai konsumen. Kerja sama dengan berbagai piahk bukan hanya aparat, tapi asosiasi produsen, asosiasi distributor, sampai asosiasi pedagang,” tutupnya.

Sumber berita : CNNIndonesia.com

Berita Sebelumnya

Apa Kabar Mafia Minyak Goreng? bagian 1

Berita Selanjutnya

Tinggal 1 Bukti Lagi, Pelaku Kartel Minyak Goreng Bakal Disidang!

BERITA Terkait

Dunia Sawit

Dirlantas Polda Sumbar Tinjau Kesiapan Pos Pengamanan dan Pelayanan

Senin, 16 Maret 2026
13
Riau Kembali di geledah Tim KPK” Rumah Pribadi Plt Gubernur Jadi Sasaran
Dunia Sawit

5 Orang Penyidik KPK Naik Pangkat, Satu diantaranya di Tunjuk Kapolres Kuansing

Senin, 5 Januari 2026
13
Ketua DPRD Kampar Ahmad Taridi, S.HI Pimpin Rapat Paripurna Penetapan Propemperda dan Penyampaian Laporan Pansus TA 2026
Dunia Sawit

Bupati Kampar H Ahmad Yuzar, S.Sos., MT Hadiri Rapat Paripurna Penetapan Propemperda dan Penyampaian Laporan Pansus DPRD TA 2026

Selasa, 18 November 2025
8
Polsek Kelayang Ungkap Dua Kasus Narkoba di Dua Kecamatan, Satu Tersangka Karyawan Perusahaan Sawit
Dunia Sawit

Polsek Kelayang Ungkap Dua Kasus Narkoba di Dua Kecamatan, Satu Tersangka Karyawan Perusahaan Sawit

Kamis, 16 Oktober 2025
6
Anggota DPR RI Hendry Munief Dorong Pemerintah Perkuat Literasi Artificial Intelegence (AI) Bagi Pelaku Usaha dan Wisata
Dunia Sawit

Anggota DPR RI Hendry Munief Dorong Pemerintah Perkuat Literasi Artificial Intelegence (AI) Bagi Pelaku Usaha dan Wisata

Rabu, 8 Oktober 2025
12
Rundown Lengkap Monas: Upacara, Parade Alutsista, Atraksi Udara HUT TNI Ke-80  2025
Dunia Sawit

Rundown Lengkap Monas: Upacara, Parade Alutsista, Atraksi Udara HUT TNI Ke-80  2025

Sabtu, 4 Oktober 2025
14

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

  • Klarifikasi Pembuat Vidio Begal Dimedsos Wilayah Pasir Putih” Sebenarnya Murni Laka Lantas

    Klarifikasi Pembuat Vidio Begal Dimedsos Wilayah Pasir Putih” Sebenarnya Murni Laka Lantas

    0 dibagi
    Bagikan 0 Tweet 0
  •  Warga Belum Terima Ganti Rugi” Jurusita PN Pekanbaru Sudah lakukan Eksekusi Lahan

    0 dibagi
    Bagikan 0 Tweet 0
  • KPK Jadwalkan Pemanggilan Wakil Gubernur Riau SF Hariyanto” Saksi Pelapor ” Pejabat Riau OTT

    0 dibagi
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Calon Pj Sekda Kampar Dikabarkan 3 Orang” Anggota DPRD Ingatkan Hambali Jangan Gegabah

    0 dibagi
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Diduga Curi Sawit” Oknum Polisi di Rohul Ditangkap Warga

    0 dibagi
    Bagikan 0 Tweet 0

Selamat HUT RI Ke 78
semoga Allah perkuat persaudaraan kita
dan Allah mudahkan segala urusan kita Aamiin

FAHMIL, SE
WAKIL KETUA DPRD KAMPAR

Berita Terbaru

Satpol PP Berhasil Padamkan Kebakaran Lahan di Pasar Benai Kuansing

Satpol PP Berhasil Padamkan Kebakaran Lahan di Pasar Benai Kuansing

Minggu, 14 Juni 2026
5
Turnamen Domino Berhadiah Ratusan Juta, Cetak Atlet Berprestasi,

Turnamen Domino Berhadiah Ratusan Juta, Cetak Atlet Berprestasi,

Sabtu, 13 Juni 2026
26
Polda Riau Tangkap TPPU Perdagangan Satwa, Dua Orang di Tangkap

Polda Riau Tangkap TPPU Perdagangan Satwa, Dua Orang di Tangkap

Jumat, 12 Juni 2026
10
Pemprov Riau Hentikan Dua Aktivitas Tambang Ilegal Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) Di Kampar

Pemprov Riau Hentikan Dua Aktivitas Tambang Ilegal Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) Di Kampar

Jumat, 12 Juni 2026
50
Tunggakan Pajak Kenderaan Bermotor Tahun 2025 di Kampar Rp60,26 Miliar

Tunggakan Pajak Kenderaan Bermotor Tahun 2025 di Kampar Rp60,26 Miliar

Kamis, 11 Juni 2026
12
Lainnya
Muara Mars Portal Berita Pekanbaru Riau Indonesia

© 2023 Muaramars.com. All Rights Reserved.

Media Online Muara Mars

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

No Result
View All Result
  • Dunia Sawit
  • Sosok
  • Publikasi
  • Edukasi
  • Berbagi
  • Koperasi dan UMKM
  • Informasi
  • Video

© 2023 Muaramars.com. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In