Kelompok Tani Akhirnya Kuasai Lahan Jimmy: Preman Mundur, Negara Menang di Padang Mutung

Kampar || MuaraMars.com || — Setelah berhari-hari dihadang, diintimidasi, dan diusir oleh puluhan preman bayaran, Kelompok Tani Kampar Jaya Bersama akhirnya berhasil menguasai penuh lahan eks Kebun Jimmy di Desa Padang Mutung, Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar, Riau.
“Momentum ini menjadi titik balik perlawanan rakyat terhadap mafia sawit yang puluhan tahun mencengkeram 1.070,59 hektare lahan negara tersebut.

Langkah kelompok tani sebelumnya selalu diganggu oleh pihak yang diduga terkait dengan pemilik lama kebun, Jimmy, yang disebut menurunkan ibu-ibu, pekerja lama, hingga preman dari tiga desa untuk menghadang masuknya pengelola resmi KSO dengan PT Agrinas Palma Nusantara.
Namun upaya itu runtuh pada Kamis pagi kemaren ketika kelompok tani, dengan pendampingan aparat, kembali memasuki lahan dan mempertahankan posisi mereka meski mendapat tekanan dari kelompok lawan, Jumat (28/11/2025)

“Alhamdulillah, hari ini kami resmi menguasai lahan yang selama ini dirampas. Tidak ada lagi yang bisa menghalangi rakyat berdiri di tanahnya sendiri,” tegas Arul Kampai, juru bicara kelompok tani.
Aparat Turun Tangan, pro rakyat akhirnya Preman bayaran Mundur, KSO Bacakan Sepucuk Surat

Kelompok Tani Berterimakasih kepada aparat Polri TNI dan Pak Presiden Brabowo, ini berkat program anda sehingga puluhan tahun kami menderita akhirnya terjawab sudah sedi tangis di balas suka dan kembali gembirah, ucap Kelompok Tani.
Situasi yang sempat memanas mereda setelah jajaran Polres Kampar mempertegas posisi hukum bahwa lahan tersebut sudah disita negara dan diserahkan melalui KSO yang sah.
Kelompok preman yang sebelumnya berjaga dengan bayaran Rp1 juta per minggu akhirnya mundur dari lokasi, membuka jalan bagi kelompok tani melanjutkan perawatan kebun.
Perwakilan kelompok Tani Arul menyatakan bahwa keberhasilan hari ini tidak lepas dari intervensi tegas aparat, di sela sela membacakan sepucuk surat dengan lantang.
“Kami mengapresiasi Kapolres Kampar AKBP Boby beserta seluruh jajaran Polsek Kampar. Mereka hadir, memastikan keamanan, dan menegakkan aturan. Tanpa polisi, mungkin kami masih dikejar-kejar preman,” ujarnya.
Lahan 1.070 Ha Kembali ke Rakyat
Dengan terkendalinya situasi di lapangan, kelompok tani kini memulai pekerjaan perawatan kebun, memetakan blok, serta menata kembali manajemen pekerja tanpa adanya pemecatan.
Ketua kelompok tani, Ahmad Yanis, menegaskan bahwa kemenangan ini bukan sekadar soal penguasaan lahan.
“Ini soal martabat rakyat Kampar. Bertahun-tahun kami hanya menonton orang lain merampas tanah negara. Hari ini sejarah berubah,” terimakasi Pak Kapolres Kampar dan Pak Kapolsek Kampar AKP Asdisyah dan rombongan, katanya.
Kami atas nama Rakyat Indonesia kelompok tani “Rakyat Tidak Akan Mundur Lagi”
Arul menegaskan bahwa kelompok tani kini berdiri di baris terdepan mendukung negara menertibkan mafia sawit.
“Kami tidak akan mundur lagi. Lahan ini sah milik negara, dan negara telah mengembalikannya kepada rakyat. Tugas kami sekarang menjaga amanah itu,” pungkasnya.
Dan kepada kelompok tani saya tegaskan kerukunan dan kekompakakn kita ini mari kita jaga hingga akhir hayat kita dan tujuh keturunan anak cucu kita, tutupnya.
Ini bentuk Nyata bahwa program presiden RI prabowo Subianto tidak sekedar kata kata,namun bukti Nyata dalam peran memberantas mapia tanah, dan hal ini kami warga kelompok tani di kampar merasahkan buktinya. Tutup Kelompok Tani Arul (Umar Ocu/MMC)**
~~Tegakkan Kebenaran Demi Keadilan
Simbol “Pantang Menyerah” (Lakukan yang terbaik, sekalipun anda di benci) wartawan media Online Muaramars.com Grup siap berlayar mestipun badai besar menghalang,
Redaksi muaramars.com.menerima Artikel, informasi masyarakat di seluruh pelosok nusantara, yang bersipat akurat disertai kiriman data data yang valit, tampa SARA dan bersipat tampa unsur fitnah, sakit hati,dendam dan lain lain. Disertai data lengkap identiras narasumber,
Silahkan kirim ke WhatsApp
0823-8103-1768 (redaksi)













