Sekolah Menenga Atas Negri 5 (SMAN 5) Tapung garap bisnis seragam sekolah, lebih kurang Rp. 331 Juta bergulir di sekolah tersebut. Pengawasan dari dinas pendidikan riau Lemah, korwil diduga masuk angin.
KAMPAR – RIAU || Muaramars.com || — Sekolah wajib 12 tahun merupakan perioritas wajib pemerintah Pusat yang ditata oleh kemendikbud dan Riset Republik Indondsia, hal itu di buktikan dengan penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) dan Bantuan Oprasional Sekolah Nasional (BOSNAS) Pusat yang diatur dalam Juknis di keluarkan melalui kementrian pendidikan dan riset sesuai dinas terkait.
Namun setiap penerimaan PPDB yang saat ini di ubah dengan SPMB selalu mengundanng persoalaan dari tahun ketahun, dimana sistim Penerimaan Murid Baru kembali jadi bisnis terselubung di dunia pendidikan.
Persoalan itu terjadi di sekolah SMAN 5 Tapung desa Karya Indah Kecamatan Tapung Kabuoaten Kampar-Riau. Dimana dalam penerimaan SPMB tahun ajaran 2025-2026.
Selain jual seragam sekolah melalui tailor (Penjahit) Pakain seragam sekolah Rp. 1500.000 persiswa kabarnya kepala sekolah dan bendahara yang endel langsung.menurut saksi merupakan narasumber media muaramars.com biaya baju seragam itu dibayafkan melalui kepala sekolah dan di terima bendahara sekolah inisial F, motif di libatkan ketua komite sekolah atas nama M Nasir, padahal tidak ada, dalam rapat komite Ketua komite tidak terlibat, ucap narasumber media ini.
Saat di konfirmasi kepala sekolah SMAN 5 Tapung Kamaruddin als Ucok ia mengakui memang ketua komite tidak ikut pak, tapi rapat komite M Nasir ikut, namun terkait seragam sekolah itu di kelolah Orang tua siswa inisial. LM…. ,saat di tanya Apakah Orang tua siswa yang kelolah seragam itu merupakan Anggota Kepengurusan Komite Sekolah,,,?
Kamaruddin menjawab, Tidak pak orang tua siswa atas nama….Lamkhot…. hanya ditunjuk begitu saja pak, ucap Kamaruddin
Namun persoalan itu sudah selesai di Kacap alias korwil (Pengawasan) wilayah Kabupaten Kampar, dan saya atas nama kepala sekolah dan orang tua siswa yang mewakili dalam persoalan ini sudah ke kantor korwil dan jumpai Aldela selaku pengawasan wilayah, dan uang sudah kami kembalikan kepada orang tua siswa jawab Kepsek SMAN 5 Tapung (Bohongnya),-red
Setelah awak media menjalankan tupoksi selaku Control sosial ternyata Kepala Sekolah tersebut dan Korwil sama saja selain uang yang di pungut kepada orang tua siswa sebesar Rp. 1.500.000 ribu untuk seragam sekolah sebanyak lima stel atau lima Pasang seragam, uang sogok masuk siswa Non murni alias sisipan pun bergulir di SMAN 5 Tapung sebesar Rp. 4 Juta rupiah di terima kepala sekolah Kamaruddin melalui Bendahara yang di tunjuk Kepala Sekolah Inisial F,
Adapun nama-nama siswa/i yang masuk PPDB/SPMB TA. 2025/2026 lewat belakang itu adalah.
Nama Nama Anak masuk Sekolah lewat Sisipan yang bayar Rp. 4. 000.000 Jutaan di SMAN 5 Tapung adalah AN Septabela (Pr), Deswita Z (Pr), Muh R (Lk), NA (Lk), Novtina L (Pr), Nadin MP, Ajmad A (Lk), Novita S (Pr), Maysa H, (Pr), Syalomita MK (Pr), Nike SE total 11 orang x 4 juta = 44 Juta.
Tambah 210 siswa masuk murni dengan biaya wajib baju seragam stor ke Sekolah harga Rp. 1.500.000 persiswa total 210×1.500.000 = 3 15.000.000 juta + Siswa sisipan 11 orang x 4 jutaan lebib kurang = Rp. 44.000.000 jutaan total = Rp. 3 59.000.000 jutaan langsung di terima Kepsek melalui bendahara inisial F, jelas narasumber muaramars.com.

Foto : Lokasi Tailor Seragam Sekolah di Kecamatan Kampa Kabupaten Kampar
Atas insiden mapia terselubung ini Gubernur Riau Abdul Wahid Melalui Dinas Pendidikan Provinsi Riau Herisman, agar Kepala Sekolah dan Korwil ditindak tegas, agar dunia pendidikan di wilayah Pekanbaru, Kampar dan Rohul tidak kacau. Jika perlu Nonjobkan Kepala Sekolah dan Korwil yang memmandaatkan situasi pendidikan untuk keuntungan pribadi, golongan dan sekelompok, pinta orangbtua siswa dan naeasumber media muaramars.com.
Wartawan harus menjad lumbung pemberi informasi yang baik di tengah tengah masyarakat secara akurat, akuntabel dan berimbang tampa mengutamakan kepentingan pribadi,-red”.
Parahnya berdasarkan pantauan dilapangan media muaramars.com satu pekan silam, seragam sekolah sudah sebulanan siap namun tidak di baginkepala sekolah, dan setelah firal kepsek dan humas sman 5 tapung baru bergegas antar seragam ke ketua komite Sekolah M Nasir, apa motif di balik ini kita selaku insan pers tetap lakukan crhis Chek sesuai tupoksi sebagai wartawan. ( Umar )













